• Melayani Dengan Setulus Hati

Imunisasi bayi dan baduta Desa Penaruban

  • November 12, 2024

Imunisasi ada banyak macamnya dan harus diberikan secara bertahap untuk memberikan efek perlindungan jangka panjang. Seperti apa tahapan imunisasi bayi baru lahir sampai usia 12 bulan?

Tahapan Imunisasi Bayi yang Wajib untuk Usia 0-12 Bulan

Penting untuk melengkapi imunisasi sesuai usianya agar si Kecil terlindungi maksimal sejak baru lahir sampai ia besar nanti. 

Menurut Permenkes No. 12 Tahun 2017, berikut adalah tahapan imunisasi bayi sesuai jadwal dari baru lahir sampai 12 bulan:

1. Imunisasi Bayi 0-3 Bulan

Jadwal imunisasi bayi yang wajib dari baru lahir sampai berusia 3 bulan adalah sebagai berikut:

  • 4 dosis vaksin Hepatitis B: Dosis pertama diberikan secepatnya setelah lahir sebelum berusia 24 jam. Dosis selanjutnya diberikan di usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. 
  • 4 dosis imunisasi polio: Dosis pertama berupa imunisasi tetes (OPV/Oral Poliovirus Vaccine) saat baru lahir sampai usia 1 bulan. Tahapan selanjutnya diberikan setiap bulan di usia 2, 3, dan 4 bulan. OPV minimal didapat 2 kali sebelum bayi berumur 1 tahun.
  • 1 dosis imunisasi BCG (vaksin TBC): diberikan segera setelah bayi lahir, atau sesegera mungkin sebelum bayi berusia 1 bulan.
  • 3 dosis vaksin DPT (difteri, batuk rejan, dan tetanus): Dosis pertama diberikan mulai usia 6 minggu. Vaksin DPT diberikan berbarengan dengan imunisasi Hib sebanyak 3 kali berturut-turut pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan atau di usia 2, 4, dan 6 bulan.
  • 3 dosis vaksin PCV: Dosis diberikan di 2, 4, 6 bulan dengan jarak 4 – 8 minggu antar dosis.

2. Imunisasi Bayi 4-6 Bulan

Berikut adalah beberapa daftar imunisasi bayi untuk usia 4-6 bulan:

  • Imunisasi Influenza: diberikan mulai bayi berusia 6 bulan sebanyak 2 kali dengan jarak antar dosis 1 bulan. Setelah itu, lakukan setahun sekali.
  • 2 tahapan vaksin Rotavirus untuk mencegah diare: diberikan dalam 2 dosis oral (monovalen) dan tiga (polivalen) yang diberikan dengan selang waktu 4 hingga 8 minggu antara usia 8 dan 32 minggu.

3. Imunisasi Bayi 7-9 Bulan

Tahapan imunisasi bayi untuk usia 7-9 bulan adalah:

  • 3 dosis vaksin MR (Campak, Penyakit Gondok, dan Rubella): Vaksinasi pertama diberikan pada usia 9 bulan dan diulang setelah 18 bulan.
  • 1 dosis Japanese Ensefalitis (JE): diberikan pada bayi berusia 9 bulan yang tinggal di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis.

4. Imunisasi Bayi 10-12 Bulan

Selanjutnya, bayi usia 10-12 bulan akan mendapatkan beberapa imunisasi sebagai berikut:

  • 3 Dosis varisela (vaksin cacar): Dosis pertama di usia 1 tahun. Kemudian, di rentang usia 12-18 bulan, ia bisa mendapat vaksin varisela dosis kedua dan ketiga.

Manfaat Imunisasi untuk Bayi

Imunisasi adalah proses memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan membentuk antibodi.

Antibodi ini yang kemudian membentuk imunitas anak terhadap penyakit infeksi penyakit menular berbahaya. 

Masih banyak manfaat imunisasi untuk anak, yaitu

1. Mencegah Penularan Penyakit

Pemberian imunisasi membangun kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit menular yang timbul setelah vaksinasi.

Vaksin biasanya mengandung bakteri atau virus tertentu yang sudah mati atau dilemahkan sehingga tidak menyebabkan penyakit.

Di dalam tubuh, vaksin membantu sistem kekebalan tubuh bayi belajar mengenalinya sebagai benda asing untuk membentuk perlawanan ketika suatu saat nanti ada virus hidup yang masuk.

Lewat imunisasi, tubuh si Kecil dapat melawan virus dengan cepat dan mengurangi risiko tertular penyakit.

Dengan kata lain, bayi yang sudah menerima imunisasi tidak rentan mengalami sakit, atau hanya mengalami gejala ringan yang mudah disembuhkan. 

2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh 

Manfaat imunisasi untuk bayi yang bersifat wajib adalah untuk mendapatkan kekebalan tubuh secara aktif.

Pada imunisasi lanjutan, vaksin berfungsi mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan tubuh terhadap bakteri serta virus secara spesifik. 

Oleh karena itu, penting bagi para Ibu dan Ayah untuk memenuhi semua jenis vaksin lengkap si Kecil sesuai dengan jadwal IDAI sebagai bagian dari perawatan bayi baru lahir.

3. Mencegah Penyakit Berat

Bayi yang tidak menerima imunisasi lengkap akan lebih rentan mengalami berbagai penyakit yang seharusnya bisa dicegah lewat vaksinasi. Misalnya, TBC, hepatitis, difteri, dan batuk rejan (pertussis). 

Tak hanya itu, bayi yang tidak mendapat imunisasi juga lebih rentan terhadap komplikasi dari penyakit tersebut. 

Sebagai contoh, campak dapat mengalami komplikasi berat seperti diare parah, pneumonia, kebutaan, dan malnutrisi. 

4. Mencegah Wabah Penyakit

Pentingnya imunisasi untuk bayi ternyata juga dapat dirasakan oleh orang lain di sekitarnya.

Ketika sebagian besar bayi di lingkungan Ibu sudah diimunisasi dan mempunyai kekebalan terhadap penyakit tertentu, penyakit tersebut tidak akan mudah menyebar di sekitar.

Efek ini dikenal dengan herd immunity atau kekebalan kelompok. Herd immunity dapat tercapai apabila semakin banyak orang di dalam suatu masyarakat sudah diimunisasi.

Maka, semakin banyak bayi yang mendapat imunisasi, efek perlindungannya akan semakin meluas di masyarakat.

Jadi, imunisasi tidak hanya akan melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar. Termasuk orang yang rentan seperti lansia.

5. Mencegah Kecacatan dan Kematian

Jika bayi terinfeksi penyakit berat, bukan tidak mungkin ia akan mengalami komplikasi berat sehingga menyebabkan cacat permanen, bahkan kematian. 

Manfaat imunisasi untuk bayi dapat membantu sistem kekebalan tubuh siap apabila harus menghadapi serangan virus atau bakteri berbahaya agar ia terhindar dari infeksi. 

Sekalipun bayi terinfeksi, tingkat keparahannya akan lebih rendah sehingga mencegah risiko tinggi cacat permanen dan kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada yang bisa kami bantu ?