Imunisasi ada banyak macamnya dan harus diberikan secara bertahap untuk memberikan efek perlindungan jangka panjang. Seperti apa tahapan imunisasi bayi baru lahir sampai usia 12 bulan?
Penting untuk melengkapi imunisasi sesuai usianya agar si Kecil terlindungi maksimal sejak baru lahir sampai ia besar nanti.
Menurut Permenkes No. 12 Tahun 2017, berikut adalah tahapan imunisasi bayi sesuai jadwal dari baru lahir sampai 12 bulan:
Jadwal imunisasi bayi yang wajib dari baru lahir sampai berusia 3 bulan adalah sebagai berikut:
Berikut adalah beberapa daftar imunisasi bayi untuk usia 4-6 bulan:
Tahapan imunisasi bayi untuk usia 7-9 bulan adalah:
Selanjutnya, bayi usia 10-12 bulan akan mendapatkan beberapa imunisasi sebagai berikut:
Imunisasi adalah proses memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan membentuk antibodi.
Antibodi ini yang kemudian membentuk imunitas anak terhadap penyakit infeksi penyakit menular berbahaya.
Masih banyak manfaat imunisasi untuk anak, yaitu
Pemberian imunisasi membangun kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit menular yang timbul setelah vaksinasi.
Vaksin biasanya mengandung bakteri atau virus tertentu yang sudah mati atau dilemahkan sehingga tidak menyebabkan penyakit.
Di dalam tubuh, vaksin membantu sistem kekebalan tubuh bayi belajar mengenalinya sebagai benda asing untuk membentuk perlawanan ketika suatu saat nanti ada virus hidup yang masuk.
Lewat imunisasi, tubuh si Kecil dapat melawan virus dengan cepat dan mengurangi risiko tertular penyakit.
Dengan kata lain, bayi yang sudah menerima imunisasi tidak rentan mengalami sakit, atau hanya mengalami gejala ringan yang mudah disembuhkan.
Manfaat imunisasi untuk bayi yang bersifat wajib adalah untuk mendapatkan kekebalan tubuh secara aktif.
Pada imunisasi lanjutan, vaksin berfungsi mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan tubuh terhadap bakteri serta virus secara spesifik.
Oleh karena itu, penting bagi para Ibu dan Ayah untuk memenuhi semua jenis vaksin lengkap si Kecil sesuai dengan jadwal IDAI sebagai bagian dari perawatan bayi baru lahir.
Bayi yang tidak menerima imunisasi lengkap akan lebih rentan mengalami berbagai penyakit yang seharusnya bisa dicegah lewat vaksinasi. Misalnya, TBC, hepatitis, difteri, dan batuk rejan (pertussis).
Tak hanya itu, bayi yang tidak mendapat imunisasi juga lebih rentan terhadap komplikasi dari penyakit tersebut.
Sebagai contoh, campak dapat mengalami komplikasi berat seperti diare parah, pneumonia, kebutaan, dan malnutrisi.
Pentingnya imunisasi untuk bayi ternyata juga dapat dirasakan oleh orang lain di sekitarnya.
Ketika sebagian besar bayi di lingkungan Ibu sudah diimunisasi dan mempunyai kekebalan terhadap penyakit tertentu, penyakit tersebut tidak akan mudah menyebar di sekitar.
Efek ini dikenal dengan herd immunity atau kekebalan kelompok. Herd immunity dapat tercapai apabila semakin banyak orang di dalam suatu masyarakat sudah diimunisasi.
Maka, semakin banyak bayi yang mendapat imunisasi, efek perlindungannya akan semakin meluas di masyarakat.
Jadi, imunisasi tidak hanya akan melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar. Termasuk orang yang rentan seperti lansia.
Jika bayi terinfeksi penyakit berat, bukan tidak mungkin ia akan mengalami komplikasi berat sehingga menyebabkan cacat permanen, bahkan kematian.
Manfaat imunisasi untuk bayi dapat membantu sistem kekebalan tubuh siap apabila harus menghadapi serangan virus atau bakteri berbahaya agar ia terhindar dari infeksi.
Sekalipun bayi terinfeksi, tingkat keparahannya akan lebih rendah sehingga mencegah risiko tinggi cacat permanen dan kematian